"Setuju banget, setuju banget," kata salah seorang warga, Naufal kepada wartawan saat ditemui di Jakarta, Kamis.
Naufal mengatakan setuju adanya rencana itu mengingat adanya kebisingan dari lapangan padel di samping rumahnya.
Kendati demikian, dia menambahkan tentunya rencana mengenai kebijakan itu butuh waktu lama untuk memutuskannya.
"Lagi pula, kebijakan juga ada progres, biasanya lama," ucapnya.
Sementara, warga lainnya, Raihana juga mengaku setuju jika adanya aturan perizinan padel diperketat demi memastikan kenyamanan warga di lingkungan sekitar.
"Kalau ada aturan, jadinya mereka bisa lebih perhatian kepada warga, apakah kegiatan itu mengganggu atau tidak," kata Raihana.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo segera mengundang seluruh pihak terkait untuk membahas terkait perizinan padel di Ibu Kota.
Hal ini ia lakukan karena adanya warga yang mengeluh lapangan padel di dekat rumahnya bising sehingga mengganggu keseharian.
Pramono akan memerintahkan kepada jajaran untuk mempresentasikan daerah-daerah mana saja yang melanggar izin padel dan mengganggu kenyamanan warga.
Sebelumnya, warga di kawasan Haji Nawi Raya, Cilandak, Jakarta Selatan juga melaporkan kebisingan sebagai dampak dari pembangunan lapangan padel ke pihak terkait sejak November 2025.
Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan tuntutan agar pengelola memasang peredam suara ataupun memberhentikan operasional.