UNFPA: Kesempatan lebih baik bagi perempuan picu turunnya fertilitas


Jakarta(CXN Indonesia), Kepala Perwakilan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) di Indonesia Hassan Mohtashami mengatakan adanya kesempatan yang lebih baik bagi perempuan menjadi salah satu faktor penurunan angka fertilitas di dunia.

Hassan menyampaikan data UNFPA yang menyebutkan perempuan saat ini memiliki jumlah anak yang lebih sedikit dibandingkan 100 tahun yang lalu, dimana hampir dua pertiga negara di dunia kini menghadapi fenomena penurunan fertilitas.

"Hari ini, di mana para remaja? Mereka tentu berada di sekolah untuk belajar, sebagaimana seharusnya. Lalu, di mana perempuan muda usia 20-an? Mereka berada di universitas, atau sedang membangun karier, serta menata jalan hidup mereka. Kini kita berada di dunia yang sangat berbeda bagi perempuan dan anak perempuan," katanya di Jakarta, Senin.

Selain itu, sambung Hasan, urbanisasi juga menjadi salah satu faktor menurunnya tingkat fertilitas yang mengubah perpindahan serta tempat tinggal penduduk dari pedesaan ke perkotaan.

Sistem perkotaan yang menuntut warga untuk terus bekerja atau produktif setiap hari, menurutnya, juga menjadi penyebab menurunnya fertilitas karena masyarakat kini tak memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan keluarga di rumah.

"Sekarang kita hidup di kota-kota besar, di apartemen-apartemen kecil yang kita masuki setiap hari, tidak lagi berupa lahan luas. Urbanisasi memiliki karakteristiknya sendiri, yakni perumahan, komunitas, lalu lintas yang padat dan sempit. Siapa yang bisa membayangkan memiliki keluarga besar jika setiap hari keinginannya hanya untuk bisa pulang ke rumah tepat waktu?" paparnya.

Menurutnya, orang tua tidak lagi punya banyak waktu untuk memiliki anak. Selain itu faktor terpenting lainnya adalah keuangan atau biaya membesarkan anak yang saat ini lebih mahal.

"Pasar tenaga kerja juga berbeda. Fertilitas adalah sebuah konstruksi sosial-ekonomi. Orang membuat keputusan mengenai jumlah anak berdasarkan faktor sosial dan ekonomi. Ini adalah persoalan yang kompleks, banyak sekali faktor yang menyebabkan penurunan fertilitas," tuturnya.

Previous Post Next Post